Langsung ke konten utama

MT SLAMET PART 2

GUNUNG SEBELAH RUMAH “SLAMET” 3428 MDPL 
M. UWES AL-QORONI

Part 2

Pendakian ke dua kali ini adalah pendakian yang tidak direncanakan sebelumnya, karena pada hari kamis 16 Agustus 2018 saya di telfon oleh sahabat saya yaitu sahabat Ali Mustakim untuk menemaninya pada hari itu juga mendaki gunung Slamet. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya sayapun menyetujuina.
Kami berangkat ber 5 dengan harapan kami bisa bersama-sama menghirup dan merasakan mentari 17 Agustus di puncak Slamet. Dari lima anggota kami ada dua orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang mana dari kami ini semuanya belum pernah mendaki gunung sebelumnya kecuali saya. Tetapi mereka punya tekad yang kuat untuk mencapi puncak bersama-sama.
Pada awalnya kami akan menggunakan jalur bambangan Purbalingga sebagai jalur untuk pendakian kami setidaknya saya taun lalu pernah lewat jalur tersebut dan memudahkan untuk memahami jalurnya. Akan tetapi pada saat itu baik dari jalur bambangan Purbalingga ataupun jalur pendakian Dipajaya Pemalang yang jalurnya menyatu di sebelum pos tiga ada acara Festifal Wong Gunung, yang sudahpasti jalur akan penuh oleh pendaki dan kemungkinan kecil kami akan dapat tempat cam maka kami memilih jalur via Jurangmangu kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang.
Kami ber 5 berangkat jam 14:00 dan rencana untuk ngecam di pos 7

   
Lokasi: perjalanan dari bascam ke pos 7
Kami berjalan sembari menikmati pemandangan alam yang menakjubkan, disertai dengan kicauan burung-burung yang bernyannyi menghibur kami. Tak terasa perjalananpun semakin jauh dan menuju pos 7 kira kira sampi di pos 7 sekitar jam 23:00 kamipun segera membuat tenda dan masak untuk mengganjal perut kami, setelah itu kami manfaatkan waktu kami untuk beristirahat, kamipun merencanakan ke puncak jam 03:00.
Lokasi: area camp pos 7
Setelah jam menunjukan pukul 03:00 kamipun segera bangun dan mempersiapkan diri, dari sini beban mulai tersa dingin yang begitu kuat belum sampai pos 8 dari kedinginan itu mengakibatkan salah satu dari kami ada yang mengalami gangguan perut dan muntah-muntah, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat dan mengobati teman kami terlebih dahulu.
Tak berselang lama mentaripun mulai muncul sehingga badan kami merasa hangat dan kamipun kembali vit lagi.
   
Lokasi : pos 8 
Setelah badan kami sudah vit kamipun melanjutkan untuk kepuncak dengan keinginan yang luar biasa dan doa yang selalu setia. Setelah beberapa menit melewati pos 8 akhirnya kami sampai di pelawangan batas antara tanah dan bebatuan wadas
   
Lokasi: pos pelawangan (kendhil mungil)
Dari sini pendakian sesungguhnya di uji mental dan kekuatan serta doa harus selau seimbang agar pendakian ini bisa sampai menuju puncak.

 
Lokasi: perjalanan menuju puncak
Setelah beberapa jam kami mendaki bebatuan wadas akhirnya kami berlima berhasil sampai kepuncak selamet pada jam 08:00.
    
Lokasi : puncak slamet via jurangmangu
Akhirnya dengan usaha yang keras, tekad yang kuat serta doa yang selau dipanjatkan kepada Tuhan kami bisa menghirup udara dan menikmati mentari 17 Agustus 2018 di puncak tertinggi Jaw tengah puncak Slamet 3428 mdpl.

Komentar